SOSIALISASI PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN ETIKA LALU LINTAS DI SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA
SOSIALISASI PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DAN ETIKA LALU LINTAS DI SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA
23 Mei 2016

21.05-16 - “Jogja Darurat Narkoba”. Sebuah judul berita di sebuah surat kabar daerah yang membuat kita tidak hanya prihatin tetapi juga miris. Bagaimana tidak?

Yogyakarta sebagai kota pelajar, tempat menuntut ilmu untuk hari depan jika pelajar dan mahasiswanya (baca generasi muda) terjerat narkoba betapa mengerikannya.

Untuk mengantisipasi merebaknya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, SMP Negeri 7 Yogyakarta bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan penyuluhan penanggulangan penyalahgunaan narkoba pada hari Sabtu, 21 Mei 2016. Penyuluhan dilaksanakan di halaman sekolah mulai pukul 08.00 oleh petugas penyuluh dari BNN, Ibu Lukluk Sihjati.

Dalam uraiannya, Ibu Lukluk Sihjati, ibu muda penggiat anti narkoba ini menjelaskan bahaya penyalahgunaan narkoba. Narkotika hanya bisa digunakan aatas rekomendasi dokter untuk pengobatan atau tindakan medis. Tidak setiap dokter boleh memberi narkotika  kepada pasiennya. Penggunaan narkotika untuk pengobatan dan tindakan medis memerlukan banyak pertimbangan, jadi tidak sembarangan memberi narkotika. Dengan demikian, penggunaan narkoba tanpa pengawasan dokter akan sangat berbahaya bagi penggunanya.

 

Penyalahgunaan narkoba biasanya bermula dari kebiasaan merokok secara khusus di kalangan remaja, termasuk di dalamnya anak usia SMP. Remaja yang punya kecenderungan ingin tahu dan ingin mencoba menjadi sasaran empuk para pengedar. “Sekali mencoba narkoba, akan terjerat untuk seterusnya” tegas Ibu Lukluk, “maka jangan sekali-kali mencoba!” Bencana akibat narkoba tidak hanya habisnya harta untuk beli narkoba, tetapi juga badan sakit karena ketergantungan, pikiran buntu, dan hilangnya masa depan yang cerah.

Di akhir penyuluhan, Ibu Lukluk Sihjati mengajukan pertanyaan yang menggelitik,

“Hai putri-putri SMP Negeri 7 Yogyakarta, apakah di antara kalian ada yang bercita-cita mempunyai suami perokok?”

Semua siswa putri serempak menjawab, “Tidak!” kemudian disambut dengan tepuk tangan seluruh siswa.

“Hai putra-putra SMP Negeri 7 Yogyakarta, apakah di antara kalian ada yang bercita-cita mempunyai istri perokok?”

Semua siswa putra tertawa karena dirasa aneh dan serempak menjawab, “Tidak!” kemudian disambut dengan tepuk tangan seluruh siswa.

Jawaban ini memberikan harapan dan gambaran bahwa para siswa setidaknya telah memiliki  wawasan tentang kesehatan yang berkaitan dengan bahaya rokok dan narkoba.

 

Pada sesi II yang dimulai pukul 10.00, Kanit Dikyasa Satlantas, Bapak Iptu Marija dibantu Bapak Iptu Suryanto (Kanit Binmas ) Polresta Yogyakarta memberikan penyuluhan tentang Etika Berlalu lintas (ELL).

Dalam penyuluhannya, Pak Iptu Marijo menjelaskan syarat-syarat seseorang boleh mengendarai kendaraan bermotor di jalan dengan mengacu Undang-Undang Lalu Lintas No. 22 tahun 2009.

Secara khusus Pak Iptu Marija menjelaskan Bab VIII tentang Pengemudi, pasal 77 ayat 1 berbunyi  : Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan. Kemudian Pasal 81 ayat 2 dinyatakan bahwa syarat memiliki SIM A, C, D minimal berusia 17 tahun. Dengan demikian siswa-siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta yang pada umumnya berumur di bawah 17 tahun belum dapat memperoleh SIM. Jika belum memiliki SIM otomatis belum diizinkan mengendari kendaraan bermotor.

 

Pak Iptu Suryanto dalam penyuluhannya mengatakan betapa bahayanya anak-anak usia SMP  yang belum memiliki SIM karena belum memiliki keterampilan yang  terekomendasi oleh yang berwajib dan secara psikologis belum matang. Tingkat emosional anak usia SMP belum stabil sehingga ketika di jalan sangat mudah terpancing emosinya. Anak-anak usia SMP yang melakukan pelanggaran belum tentu atas kehendak sendiri. Tidak menutup mata bahwa dengan berbagai alasan justru orang tua yang mengizinkan anak-anaknya mengendarai kendaraan bermotor walaupun belum memiliki SIM. Tentu hal ini membahayakan bagi si anak dan pengemudi kendaraan bermotor yang lain. Oleh karena itu, siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta diajak untuk berani menolak atau menegur orang tua yang melakukan pelanggaran lalu lintas.

Di akhir penyuluhannya, seluruh siswa kelas VII dan VIII bersama dengan Iptu Marija, Iptu Suryanto berfoto bersama sebagai pernyataan mendukung tertib berlalu lintas “Utamakan Keselamatan Bukan Kecepatan”. (rn)

Terkait
Saatnya OSIS melatih Kekompakan Dengan Rafting
23 Agu 2015
Minggu (23/8-2015), OSIS SMP N 7 Yk mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan masalah, melatih kekompakan, dan kerjasama melalui arung jeram atau biasa disebut dengan rafting. Rafting dilakukan di sungai…
KREASI BATIK DI SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA
13 Okt 2016
Indonesia terkenal dengan budaya batiknya bahkan seni batik menjadi salah satu identitas budaya Indonesia.  Sebagai negara yang kaya akan karya seni batik, Indonesia memiliki beberapa kota yang menjadi ikon batik…
Menjalin Hubungan Dengan Orang tua Siswa Melalui Pembentukan Komite Tidak Tetap
29 Agu 2015
Sabtu, 29 Agustus 2015 SMP Negeri 7 Yogyakarta kembali mengundang orang tua/wali peserta didik kelas 7. Acara pertemuan diadakan untuk penyampaian program sekolah dan pembentukan komite tidak tetap periode tahun…
MENENGOK LATIHAN PASKIBRA DI SPETUTA
9 Jan 2018
Sejumlah murid tampak sedang berlatih derap jalan kaki dengan gerakan tangan tertentu di halaman sekolah. Brug... brug...brug.... langkah kaki mantap dan penuh yang semangat. Ya, mereka sedang mengikuti latihan Paskibra.…
PESANTREN RAMADHAN
16 Jun 2016
Marhaban ya ramadhan, itulah kata yang selalu menggema dalam menyambut datangnya bulan ramadhan. Bulan ramadhan merupakan  bulan yang suci sehingga datangnya bulan ini selalu dinanti-nantikan oleh seluruh umat Islam. Demikian…
Maju Terus hingga Peringkat ke-8 se-Kota Yogyakarta
13 Jun 2016
11.06.16 - Pengumuman kelulusan SMP serentak dilaksanakan pukul 10.00 WIB. Demikian juga SMP Negeri 7 Yogykarta melaksanakan pengumuman di halaman sekolah. Berita bahagia diterima oleh seluruh warga sekolah  saat Kepala…
Paduan Suara dan Geguritan Tampil Apik dalam Gelar Pelajar
10 Okt 2016
09.10.16 – SMPN 7 Yk untuk ke-3 kalinya mendapat kesempatan mengisi acara gelar pelajar. Acara ini diselenggarakan  setiap bulan di depan kantor Kedaulatan Rakyat saat acara Car Free Day berlangsung.…
Penampilan Wiratama Simphony Orchestra dalam Peresmian Pemanfaatan Gedung Dinas Pendidikan
3 Mei 2016
02.05.16 - Wiratama Simphony Orchestra (WSO) tampil memukau dalam peresmian pemanfaatan gedung Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti dan jajaran pejabat di wilayah Pemerintah…
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
24 Agu 2016
Kegiatan ekstrakurikuler  menurut Yudha M. Saputra (1998: 6) adalah kegiatan di luar jam pelajaran sekolah biasa, yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah.  Sedangkan tujuan kegiatan ekstrakurikuler untuk memperluas…
Latihan PASKIBRA
8 Agu 2016
06.08.16 - Pasukan Baris-Berbaris (PBB) SMPN 7 Yogyakarta berlatih intensif di bawah bimbingan Jarot Himawan Vishnumurti. Pasukan beranggota 45 siswa ini terdiri atas siswa kelas 7, 8, dan 9 melakukan…
Login
Username
Password
Polling
Menurut Anda, bagaimana konten website ini?
Hasil Polling
Menurut Anda, bagaimana konten website ini?
Kurang
191
Cukup
61
Baik
152
Sangat Baik
358
Hubungi kami
Nama
Email
Pesan
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com