Selamat Datang di website resmi SMPN 7 YOGYAKARTA
Cathy
Cathy
14 Okt 2019

David sedang asyik mendengarkan amanat dari Bapak kepala sekolah sebelum melaksanakan study tour ke Bali. Rasanya David sudah tidak sabar lagi untuk segera berangkat ke Bali tak lain dan tak bukan karena Cathy. Bagaimana tidak, ini adalah kesempatan David dapat duduk di bis bersama seorang gadis yang diidamkan menjadi kekasihnya. Tiba-tiba para murid berteriak serentak dan hal itu membuyarkan lamunannya.

David bertanya kepada salah satu temannya, “Kok pada teriak?” 

“Kepala sekolah udah meresmikan memberangkatkan kita dan sekarang kita di suruh masuk ke bis masing masing.” kata temannya 

Mereka pun berlarian menuju bis masing masing.

Di dalam bis, David senyum-senyum sendiri dan menantikan kedatangan teman sebangkunya,  Cathy. David ingin mengambil handphone untuk bertanya keberadaan Cathy, namun tanpa diduga Cathy sudah muncul di sampingnya kemudian tanpa kata mengangkat  meletakkan tasnya dan memasukkan ke bagasi di atas David. Bunga-bunga hati David pun bermekaran ketika gadis yang ditunggu-tunggu mulai duduk di sebelahnya. Jantungnya berdetak lebih kencang sementara hatinya gemuruh menahan rasa.

“Halo David,” sapa Cathy

“Halo juga Cathy,” jawab David dengan hati berdebar

Belum lagi percakapan berlanjut tiba-tiba terdengar suara teman-temannya.

“Hai ..., kalo pacaran jangan di sini woy,” suara teman-teman Cathy menggoda.

“Apaan sih kamu Nad,” jawab Cathy membalas godaan dari teman dekatnya yaitu Nadia.

“Udahlah ga usah malu-malu gitu!” sahut Diana, teman yang lain.

Saat mereka berempat sedang mengobrol, tour leader meminta seluruh penumpang duduk di tempat masing masing. Nadia dan Diana pun duduk di kursi belakang David dan Cathy. Tour leader mengajak seluruh penumpang berdoa terlebih dahulu sebelum berangkat, habis itu tour leader menjelaskan susunan acara dan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan selama study tour.

Dalam perjalanan mereka membicarakan banyak hal. Mereka membicarakan tentang pelajaran sekolah, makanan kesukaan, hobi mereka masing masing, dan masih banyak lagi. Mereka bercerita dan bercanda ria. Saat David bercerita tentang hobinya tiba-tiba kepala Cathy bersandar di pundak David. Jantung David melonjak, hatinya berdebar tak keruan. Dihelanya nafas panjang untuk menahan gejolak hatinya, kemudian menata diri dengan memejamkan matanya. Ada rasa bahagia yang tak terlukiskan.

Selagi enak-enaknya tidur, Nadia dan Diana membangunkan David dan Cathy dengan godaan mereka.

“Cieee..cieee... cieee pasangan baru lagi tidur nich,” kata Nadia sambil tertawa

“Iya tuh, di pundak lagi!” sahut Diana sambil tertawa juga

Cathy pun terbangun, dan bingung tak sadar apa yang sedang terjadi sambil menatap wajah David. Tatapan mata Cathy menabrak tatapan mata David, Cathy memalingkan wajahnya karena merasa malu. Diana pun memberi tahu bahwa mereka sudah sampai di perhentian pertama untuk makan siang. Mereka berempat pun makan bersama di rumah makan tersebut.

Setelah selesai makan siang para murid pun kembali ke bis masing masing termasuk David, Cathy, Nadia, dan Diana. Setelah semuanya siap bis itu pun berangkat menuju perhentian selanjutnya. Selama perjalanan David dan Cathy pun membicarakan banyak hal yang membuat mereka semakin dekat dan akrab. Mereka membicarakan sangat banyak hal sampai sampai mereka tidak sadar bahwa matahari telah digantikan oleh bulan dan telah sampai ke perhentian kedua untuk makan malam. Setelah semua penumpang keluar dari bis, Cathy pun membangunkan kedua temannya yang masih molor.

“Woy kebakaran, kebakaran!!!!”

“Apa .. apa?!!! Kebakaran?” jawab kedua teman Cathy dengan panik

“Haaa.. haa.. haa... udah ga usah panik,” jawab Cathy dengan tertawa

“Ya  ampun, kalian ini kalau tidur andai ada bom meledak pun gak denger!” lanjut Cathy

“Udahlah Cath, harusnya kamu tinggal aja mereka di bis biar ga dapet makan malem,” sahut David

“Oh iya.. ya,”kata Cathy

“Iya, mendingan sekarang kita makan berdua aja ga usah sama mereka,”kata David sambil tertawa

Akhirnya merekapun makan malam sambil terkantuk-kantuk.

Setelah makan malam mereka pun kembali ke bis dan tidur. Saat mereka sedang tidur mereka dibangunkan oleh tour leader karena mereka telah sampai si pelabuhan. Semua penumpang bis diminta turun menuju ke kapal untuk menyebrang ke Pulau Bali. Mereka naik kapal beramai-ramai dan menunggu sampai kapal yang membawa mereka menuju Pulau Bali.

David dan Cathy pun memilih diam-diam meninggalkan Diana dan Nadia berduaan di dek kapal. Saat mereka berdua telah sampai di dek kapal, David mencoba untuk menyatakan cintanya kepada Cathy

“Cathy,” David lirih memanggil

“Hmm?” jawab Cathy malas

“Aku mau ngomong sesuatu sama kamu,” kata David ragu

“Mau omong apa Vid?”

“Kamu mau nggak jadi pacarku?” kata David memberanikan diri

“Apa?” jawab Cathy kaget

“Cath, selama ini aku punya rasa sama kamu. Kamu mau nggak jadi pacarku?” kembali David memberanikan diri mengulang pertanyaannya.

Cathy menunduk, diam. Kemudian menatap gemuruhnya gelombang Selat Bali.

Sambil menghela nafas Cathy berkata, “David, maaf sebelumnya.”

“Jadi kamu gak mau jadi pacarku?” potong David

“Bukannya gitu David, aku kan belum selesai ngomong,” jawab Cathy sambil mencoba menenagkan diri

“ Trus ..., jadinya gimana?” kejar David

“Gini Vid, aku juga sama dengan kamu. Sudah lama aku ada rasa sama kamu,” lanjut Cathy sambil menyembunyikan rasa malu.

“Jadi ...  jadi kamu mau jadi pacar aku,” David mencoba meyakini jawaban Cathy

“Iya aku mau,” jawab Cathy dengan pipi merah.

David pun merasa senang dan memeluk erat Cathy. Setelah mereka puas berpelukan, David pun menggandeng tangan Cathy dengan erat dan mereka berdua menatap langit malam yang menjadi saksi awal kisah cinta mereka. Saat mereka berdua sedang bermesra-mesraan, tiba- tiba David merasakan sesuatu yang janggal. David merasakan kalau kapal yang mereka tumpangi tiba-tiba sudah miring ke kanan. Saat mereka berdua hendak lari menyelamatkan diri, Cathy terpeleset dan menyeret David yang sedari tadi menggandengnya. Mereka berdua pun tergelincir dan terjun ke dinginnya air Selat Bali. David mencoba berenang ke atas permukaan air dan terus berusaha mati-matian untuk menyelamatkan Cathy.

“David ... tolong ... David ...tolong!” teriak Cathy sambil terus memegang tangan David.

David tidak bisa menjawab, tetapi terus berusaha untuk menyelamatkan Cathy. Namun usahanya sia-sia. David kelelahan, kehabisan tenaga.

“Cathy, ... Cathy ... aku minta maaf!” teriak David terengah-engah.

Akhirnya, mereka perlahan-lahan tenggelam dan semakin tenggelam. Sekalipun David dengan sisa-sia tenaganya berusaha untuk menyelematkan Cathy, tetap saja tanpa hasil. Cathy menariknya makin tenggelam, makin dalam, kemudian gelap.

“David ... bangun David ... bangun!” tiba-tiba terdengar suara perempuan memanggil David.

David terbangun dari tidurnya.

“Ibu ... ?”

“Kamu mimpi ya, teriak-teriak minta tolong,” lanjut ibunya

“Iya Bu, maaf sudah membuat Ibu cemas,” kata David

Tubuh David gemetaran dan berkeringat dingin. Dia sangat ketakutan karena merasa bahwa mimpinya tadi sangat sangat nyata. David pun teringat bahwa sebelum tidur ia lupa berdoa kepada Tuhan. Kemudian David membaca doa dan kembali tidur nyenyak.

Esok paginya,

David dengan muka berseri-seri berangkat ke sekolah ingin segera memandang dari jauh wajah pujaan hatinya, Cathy.

Oleh : Bagas Prasetya W

Terkait
Seni Grafis dengan Media Ramah Lingkungan
11 Apr 2022
Karya Fransisca Andante A. dan Valensia Imanuella E.P. dari kelas IX B ini sangatlah menarik. Selain dari segi teknik juga media yang digunakan sangatlah unik. Karya tersebut termasuk dalam karya…
Angel yang Baik Hati
6 Jul 2022
Pada suatu hari hiduplah seorang anak yang bernama Angel. Angel duduk di bangku kelas 2 SMP. Angel merupakan siswa pintar di kelasnya. Jadi, tak jarang banyak siswa yang iri kepadanya.…
Pengagum Rahasia
2 Sep 2019
Entah mengapa semua terasa berbeda semenjak aku mengenalnya. Tatapannya membuat aku penasaran. Dia yang telah merubah hidupku. Yang awalnya aku hanya seorang gadis pendiam, kini aku menjadi seorang gadis yang…
Kau Melukisku
29 Agu 2019
Ibu.. Di sini kutulis kisah tentangmu Yang tak kenal lelah, yang tak kenal keluh Kau kilau cahaya Bagai lilin nyala dalam relung gelapku Tak terbanding Pengorbananmu tuk menghadirkanku ke bumi ini.. Membuatku…
Tentang Kamu
11 Sep 2019
Entah sudah berapa kali aku menunggu di sini. Di tempat ini, hari ini, waktu ini, kenangan itu terlukis. Kenangan indah yang melukiskan tentang pertemuan dua insan yang saling menyayangi, hanya…
Senja
10 Mar 2020
Apakah kalian pernah merasakan? Saat kau ingin berteriak namun, tak ada seorang pun yang mau mendengarnya. Jika kau pernah, itulah yang aku rasakan saat ini. Hari yang melelahkan. Hari dengan…
Gurat Biru dalam Ragam Hias (3)
8 Mei 2022
Dalam permukaan piring kayu terlihat 3 objek gubahan hewan bebek yang dibuat menonjol atau dijadikannya sebagai centre point dengan menerapkan kaidah-kaidah vignette (framing). Masih pada nuansa biru yang dominan, tercipta…
Kania
21 Sep 2022
Di suatu sekolah, terdapat siswa yang bernama Kania. Kania dikenal sebagai siswa yang teladan, redah hati, dermawan, dan juga pintar. Kania adalah siswa yang duduk di bangku kelas 8 SMP.…
Pengumuman Cap Tiga Jari Ijazah Siswa Kelas 9 Tahun Pelajaran 2015/2016
17 Jun 2016
Mohon siswa kelas 9 hadir untuk cap tiga jari ijazah pada hari Senin, 20 Juni 2016 pukul 11.00 WIB. Menemui wali kelas masing-masing kelas. Terimakasih.
Misteri Uang Kancil
22 Feb 2023
Pada suatu hari ada empat anak yang sedang berjalan bersama, yaitu Kancil, Kerbau, Harimau, dan Kambing. Mereka berangkat pagi hari untuk bersekolah. Mereka teman sekelas juga teman rumah. Mereka sering…
Media Sosial
Karya Siswa
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com