Mimpi
Mimpi
27 Agu 2019

     “Gue Zelvin lo?”tanya lelaki itu sambil mengulurkan tangan nya dengan senyum yang manis itu.

”KRING” bunyi jam weker membangunkan gadis yang masih nyenyaknya tertidur itu dia pun bangun sambil menggeliat, “Zelvin? mimpi? udah berapakali coba” guman gadis itu. Gadis itu bernama Freya,Javine Freya Madison, gadis keturunan Roma Italia, tak heran bahwa ada sedikit muka bule. Freya bergegas mandi dan memakai seragamnya, setelah selesai dia pun turun ke bawah menemui kedua orang tua dan kakaknya.

”Pagi ma, pa, nyet,” sapa Freya kepada kedua orang tuanya termasuk kakaknya.

”Gue bukan monyet,” ucap Daniel dengan kesal

 “Bodo, ga denger gue pake baju,” timpal Freya

“Udah udah ... kalian tuh udah gede masih kayak anak saja,” lerai mama “Frey nanti mau bareng papa atau kakak berangkatnya?” tanya papa kepada Freya yang sedang menikmati sarapannnya.

”Sam-“ belum sempat Freya menjawab ucapannya sudah dipotong oleh kakaknya

“Ga mau Daniel boncengin anak gendut kek dia Pah” ucap Daniel.

Alhasil Freya cemberut dan matanya melotot ke arah Daniel

“Gue juga gamau dibonceng sama monyet kayak lo,” ucap Freya pedas

“Ckckck berantem terus kalian ini. Daniel kamu ga boleh gitu sama adek kamu,”ucap Papa menatap Daniel. Daniel hanya bisa pasrah sedangkan fraya dia terseyum puas dan menjulurkan lidahnya kearah Daniel “Nanti Freya naik bus aja pah udah janjian sama Regal soalnya”ucap Freya kepada papanya,papanya pun hanya mengangguk.

       Setelah selesai makan, Freya bergegas ke halte bus. Setelah sampai, Freya melihat seorang laki laki siapa lagi kalau bukan Regal? Freya pun berencana menganggeti Regal.

 “Booo!!!” ucap Freya mengagetkan Regal

“Heh Frey! ntar kalo gue jantungan terus mati di halte bus gimana? kan ga lucu” ucap Regal dengan suara lumayan tinggi.

Freya masih cekikikan “Eh sorry sorry muka lo lucu banget sih  waktu kaget pftt,” ucap Freya sambil tertawa

“Puas puasin lo ketawa ati-ati dapet azab,” ucap Regal kesal.

 “Ya maap udah jangan ngambek kek perawan aja. Ayo lo sekolah kaga, busnya udah dateng,” ucap Freya kepada Regal.

Mereka berdua pun naik ke bus. Bus terlihat sangat penuh tapi untungnya ada tempat yang tersisa untuk mereka berdua. Freya mengamati seluruh sudut bus dan matanya membulat sempurna ketika dia melihat seseorang yang sedang memainkan handphonenya.

“Gal!” ucap Freya menepuk bahu Regal keras. Alhasil Regal meringis sambil memegangi bahunya

“Apaan sih nyet sakit tau ga!” omel Regal kepada Freya

“I-Itu Gal?”

“Itu siapa?”

“Zelvin!” Regal kaget mendengar perkataan Freya

“Gue mau kesana!” paksa Freya, tapi di halangi oleh Regal.

 “Heh nyet lo udah gila ya?”

“Bodo amat gue mau nyamperin dia!” Freya pun berjalan ke arah Zelvin.

Demi apapun lempar Regal dari bus ini. Regal tau sifat Freya seperti apa. Dia anak yang sangat pd dan dia tidak punya malu.

“Zelvin?” ucap Freya terbata-bata

“Hah?” pria itu menatap Freya dengan tatapan bingung

“Ih .. Zelvin gue Freya  yang ngimpiin lo setiap malam,” ucap Freya sangat kecang hingga membuat hampir seisi bus memandangi mereka dengan tatapan aneh.

Tak lama kemudian tangan Regal menarik Freya.

“Lo udah gila ya?!” ucap Regal dengan suara tinggi membuat Freya takut  

“Frey sadar Frey,  Zelvin cuma sebagian dari imjinasi lo, gak lebih”

Freya masih menunduk. Keadaan bis saat ini terasa sangat kelam karena tak ada lelucon dari Freya mau pun Regal, sampai akhirnya bus telah sampai di halte dekat sekolah.

Mood Freya sangat hancur sekarang. Dia tidak ingin berbicara dengan siapa pun. Regal tak merasa bersalah, sedikitpun dia meganggap Freya tak kecewa dengan perkataannya. Seperti biasa setelah sampai di kelas, dia langsung mengeluarkan pr-nya dan mengerjakanya. Freya selalu begitu, dia malas jika pr-nya dikerjakan di rumah. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi nyaring, Freya yang sudah selesai mengerjakan pr-nya lansung memakai headseat dan membaca novel super tebalnya. Tak sadar bila guru telah masuk, dia masih asyik membaca bukunya “Selamat pagi semua,” sapa  wanita paruh baya itu

“Pagi Bu,” ucap semua murid kecuali Freya. Yap dia masih setia membaca bukunya

“Kelas kita kedatangan murid baru, anak-anak silahkan masuk,” seorang lelaki itu memasuki kelas. Kelas mendadak sangat riuh. Freya masih tak sadar dengan kedatangan murid baru itu.

“Silahkan pekenalkan dirimu,” ucap guru itu mempersilahkan lelaki itu maju

“Halo semua, gue Antaxio Zelvin, panggil aja Zelvin” ucap laki laki itu

“Baik Zelvin silahkan duduk di bangku yang kosong” ucap guru itu.

 Zelvin pun berjalan kearah bangku yang kosong. “Drtt” suara kursi yang ditarik membuat Freya menengok ke bangku sebelahnya “Hah Zelvin!” ucap Freya kaget, tak kalah juga dengan Zelvin. Dia semakin kaget melihat Freya

“ O my God, kita emang jodoh!” ucap Freya ngawur

“Freya bisa diam?” tegur ibu guru yang sedang mengajar

“Lo sapa dah sksd bener?” ucap Zelvin pedas

“Kenalin gue Javine Freya Madison” ucap Freya sambil mengulurkan tanganya pada Zelvin. Zelvin hanya memandangi tangan itu tak berniat untuk menjabatnya. Freya pun menarik tangan Zelvin untuk bersalaman denganya

“Jagan bilang lo ga tau cara salaman,” ucap Freya

“Hm” ucap Zelvin singkat, padat, dan jelas.

Bel istirhat berbunyi, meja Zelvin dipenuhi oleh siswi-siswi yang ingin mengajaknya ke kantin.

“ Woiii minggirrrr!” suara siapa lagi kalau bukan suara Freya. Semua siswi yang ada di meja Zelvin menoleh ke arah Freya

“Nih Vin, gue tau lo males ke kantin makanya gue beliin roti,” ucap Freya. Semua perempuan yang di meja Zelvin menatap Freya tak suka

“Kenapa pada ngeliatin gue gitu hah? mata lu pada baru?” ucap Freya pedas.

Freya langsung meninggalkan meja Zelvin. Zelvin memandang Freya dengan terseyum.

Bel istirahat berbunyi semua siswa ke luar meninggalkan sekolah. Freya masih menunggu Zelvin berkemas sambil meihatnya.

“Jelpin!”

“Apa” jawab Zelvin singkat

“Kamu ganteng hehe” Zelvin terkejut dengan perkataan Freya barusan.

Baru kali ini dia bertemu dengan gadis yang sangat pd.

 “Jel nanti anterin Freya pulang ya,” ucap Freya memohon.

“Gak,” ucap Zelvin singkat.

“Ih, Jel pliss!” ucap Freya dengan puppy eyesny.

Tak lama kemudian Justin dan Samuel datang menghampiri Zelvin.

“Hey bro udah lama ga ketemu,” ucap Samuel kepada Zelvin sambil menjabat tanganya

“Frey, lo kok masih ada di sini?”  tanya Justin kepada Freya.

“Gue mau dianterin sama Zelvin” kata Freya sambil cekikikan

“Hah.. Zelvin??! O my God!” ucap Justin dan Samuel bebarengan

“Heh emang gue bilang gue mau nganterin lo!” ucap Zelvin

“Nah itu barusan bilang” ucap Freya

“Ah sialan” umpat Zelvin.

Justin dan samuel hanya bisa tertawa. Zelvin pun hanya bisa pasrah.

“Ya udah ayo,” ucap Zelvin menarik tangan Freya, Freya melototkan matanya tidak percaya.

Mereka berdua pun akhirnya menuju parkiran sekolah. Dia sengaja menyuruh stafnya mengantarkan motornya ke sekolah agar tidak macet.

“Rumah lo mana?” tanya Zelvin pada Freya

“Di hati lo eh, ntar gue tunjukin” ucap Freya

Mereka berdua pun akhirnya pulang. Beberapa orang menatap Freya dengan pandangan tak suka, tapi Freya tak menanggapinya. Hampi 30 menit mereka menempuh perjalanan, padahal seharusnya hanya sekitar 10 menit untuk ke rumah Freya. Freya sengaja mengada-ada jalan agar lebih lama bersama Zelvin

“Makasih Zel, besok jemput ya!” ucap Freya ngawur

“Ga, gue sibuk,” ucap Zelvin pedas.

Paginya Freya bersiap masuk sekolah dia sudah bersiap dan langsung turun ke bawah. Entah makhluk apa yang merasuki Zelvin. Sekarang dia ada di depan rumahnya. Freya pun segera menghampiri Zelvin

“O my God, gue pikir lo ga jemput gue,” ucap Freya kepada Zelvin

“Ntar kalo lo ga masuk gue yang repot. Ayo cepetan naek,” Mereka berdua pun akhirnya menuju sekolah. Setelah sampai sekolah dan mereka menuju kelas besama. Freya terus mengoceh tapi Zelvin tak menggubrisnya. Akhirnya mereka sampai di kelas. Freya terus mengoceh tanpa henti.

“Lo bisa diem ga sih. Gue gedeg tau ga!” ucap Zelvin membentak Freya membuat beberapa orang di kelas memperhatikan mereka. Freya hanya bisa menunduk, dia menahan tangisnya.  Sakit sangat sakit, sesak. Itu yang dirasakan Freya saat ini. Tak ada percakapan setelah Zelvin membentak Freya.

Bel puang sekolah berbunyi,  Freya menyusuri lorong menuju kamar mandi. Dia ingin memcuci mukanya. Regal diminta untuk menunggunya karena mereka berdua akan pulang bersama. Freya memasuki kamar mandi. Di sana ada kakak-kakak kelasnya yang di kenal sangat galak.

“Eh ada cabe,” ucap salah satu dari mereka

“Gimana rasanya di bentak Zelvin hm?” tanya Raesha salah satu ketua dari geng itu

“Duh ... makanya jangan embat sana-sini, kasian kan di bentak,” ucap cewek yang sedang memakai lipstik

“Kalo Regal ya Regal aja ga usah Zelvin segala,” ucap Arana yang ada di samping Raesha.

“Byur” “makan tuh air bekas pel hahaha” ucap Raesha tertawa puas

“Sialan, kalo kalian iri sama gue bilang aja dong!” ucap Freya yang tak bisa menahan emosinya lagi

“Berani ngelawan ya” ucap Raesha mendorong Freya lalu gengnya ke luar dari kamar mandi dan menguncinya

“Sialan, kakak kelas cabe ga berani sama gue sini lawan gue” ucap Freya.

Namun nihil, Raesha dan gengnya sudah perrgi dan Freya terjebak di kamar mandi. Ponselnya ada di tas. Tubuh Freya dingin, Freya menggigil

“Tolong!”ucap Freya lirih sambil menggedor pintu kamar mandi.

Sudah 1 jam Regal menunggu Freya tapi hasinya nihil. Dia tak menemukan Freya. Karena Regal curiga dia langsung menuju kamar mandi wanita

“Frey...! Lo di dalem?” teriak Regal, tapi tak ada jawaban

“Brak ... brak ...” Regal berusaha mendobrak pintu kamar mandi dan benar saja Freya terkujur lemas di lantai. Tanpa basa-basi Regal pun menggendong Freya ke luar dari kamar mandi dan membwanya ke rumah sakit.

“Frey, gue mohon sadar” ucap Regal lirih saat tubuh Freya terbaring lemas di kasur rumah sakit.

Tak lama kemudian keluarga Freya datang. Ibu Freya langsung memeluk Freya dan menangis. “gal makasih udah bawa adek gue kesini gue gatau kalo ga ada lo adek gue gimana nantinya” ucap Daniel “iya bang santai aja” “lo tau siapa yang ngunciin adek gue?” “gue gatau bang tapi tadi si Freya kaya habis nangis bang terus dia pergi kekamar mandi” jelas Regal kepada Daniel “lo tau siapa yang buat adek gue nangis?” “gue ga tau pasti bang tapi gue akan cari tau” ucap Regal Daniel pun hanya mengangguk.

Hari selanjutnya Freya tak masuk karena dia masih di rumah sakit. Regal pun berusaha mencari tau siapa pelakunya tapi nihil hasilnya. Dia sudah mengecek cctv sekolah tapi cctv saat itu sudah mati. Namun, dia tau siapa yang membuat Freya menangis. Regal dengan marah langsung ke kelas Freya

“Bugh!” “Sialan laki-laki apaan lo bikin cewek nangis,” ucap Regal sambil memukul Zelvin. Zelvin pun tersungkur ke lantai. Beberapa orang di kelasnya memandangi mereka. Raesha yangsaat itu ada sedang berbincang-bincang dengan Zelvin segera menolong Zelvin  

“Gue?”

“Iyalah, dasar laki laki ga peka. Lo pikir hati Freya kayak apa ha?” ucap Regal marah

“Freya nangis gara gara gue?” ucap Zelvin bingung

“Bugh,” Regal memukulnya lagi. Beberapa orang di kelas berusaha melerai Regal dan Zelvin

“Laki laki banci, sukanya buat cewek nangis,”

“Apaan sih lo Gal, udah, lagian si Freya juga yang ganggu si Zelvin,” ucap Raesha

“Ooh jangan-jangan lo ya yang ngunciin Freya di kamar mandi?” ucap Regal membuat Raesha panik

“Ngaku lo jable!” bentak Regal

“Iya, kenapa kalo gue ha??!” ucap Raesha yang matanya berkaca kaca

“Gue ga jamin kalian berdua dan geng lo bisa aman,” ucap Regal lalu meninggalkan kelas.

“Zel lo gak papa?” ucap Raesha

“Lepas!”

“Zel”

“Lepas!” ucap Zelvin dingin

“Lo ga usah deketin gue lagi. Gue muak sama lo,” ucap Zelvin

“Kenapa sih pada belain cewek cabe itu!” ucap Raesha

Hati  Zelvin geram, “Diem Sha, Freya bukan cabe!” ucap Zelvin membentak Raesha. Seketika itu pun Raesha keluar dengan muka masam.

Bel pulang sekolah berbunyi Regal segera kerumah sakit lagi untuk menjenguk Freya. Setelah sampai di rumah sakit, Regal langsung ke ruangan Freya.

“Ceklek” terlihat di sana Freya sedang bermain hp ditemani oleh Daniel

“Regal!” ucap Freya senang

“Halo fFrey” sapa Regal balik

“Gal, lo udah tau pelakunya?” tanya Daniel

“Udah banget, pelakunya raesha sam-“ belum Regal menyesaikan perkataannya Freya menyela

“Kak, tolong jangan apa-apaain mereka, aku ga papa kok” ucap Freya

“Tapi merek- “

“Ga papa kak”

“Ya udah kalo itu mau kamu, tapi sesuai perjanjian kita bakalan pindah ke Roma” ucap Daniel membuat Regal terkejut

“Kalian bakal pindah ke Roma?” tanya Regal

“Iya Gal,” ucap Freya dengan suara lirih

“Kapan?” tanya Regal

“Kalo Freya udah sembuh kita bakalan langsung ke Roma”

“Maaf ya Gal, gue ga bisa jadi sahabat yang selalu ada buat lo, tapi gue akan balik kok” ucap Freya

“Iya ga papa, lo jaga diri ya di sana”

“Iya, makasih Gal”

Sudah 2 minggu semenjak Freya pindah ke Roma. Zelvin sangat resah, dia ingin minta maaf pada Freya.

“Lo kenapa Vin?” tanya Regaz sahabat Zelvin

“Hm ga papa kok”

“Vin, apa jangan-jangan lo kangen sama Freya,”ucap Garel

“Apaan sih lo, kaga lah,”ucap Zelvin mengelak

“Sabar ya bro, Freyanya udah pindah ke Roma” ucap Regaz

“Hah kapan?!”ucap Zelvin terkejut

“Roma apaan roma kelapa?”ucap Garel

“Roma Italia lah bego” ucap Regaz

“Dua minggu yang lalu lo baru tau?” ucap Regaz

“Iya, gue nyesel Gaz pernah nyia-nyiain dia”

“makanya bro jangan pernah nyia-nyiain orang, kan akhirnya lo yang nyesel”

“Iya Gaz, makasih saranya” ucap Zelvin.

 

2 tahun kemudian...

Bandara Adi Sucipto sangat ramai.

“Regall,”ucap Freya dan memeluk Regal

“Astaga Frey gimana kabar lo?!”

“Baik, lo gimana?”

“Baik, eh btw kenalin dia Maudy pacar gue,”ucap Regal

“Halo kenalken gue Freya,”ucap Freya menjabat tangan  Maudy

“Hai gue Maudy, lo Freya anak 11-IPA 2 kan dulu?” tanya Maudy

“Iya, lo kok bisa tau?”

“Lo tau Zelvin, dia cariin lo selama ini,” ucap Maudy membuat Freya terkejut

“Zelvin?”

“Iya, dia tadi juga ikut jemput lo tapi ga tau ke mana. Nah itu dia!” ucap Maudy sambil menunjuk ada belakang Freya “Zelvin,” ucap Freya lirih

“Frey, gue minta maaf sama kejadian 2 tahun lalu. Gue bener-bener nyesel, gue bego nyia nyiain lo . Gue selalu mikirin lo. So will you be mine?” ucap Zelvin menggenggam tangan Freya

“Gue udah maafin lo dari awal dan yes I will your mine” ucap Freya

“Wuss  PJ PJ,”ucap Regal

“Apaan sih Gal”

Akhirnya mereka pun pulang dengan hati berbunga-bunga.

-TAMAT-

Jasmine Nabilla Hamida 9A/17

Terkait
Lelembut Kali Kontheng
18 Okt 2019
Dina Sebtu kuwi pancen wis daktunggu-tunggu. Sakdurunge, aku wis kangsenan karo Kamto, kanca kenthelku, arep mancing ing kali Kontheng Sing ana ing kidul desaku, yaiku desa Sekararum. Ing kali Kontheng…
Itik, Ayam dan Merpati
3 Mar 2020
Pada hari Minggu, Rani dan keluarganya tengah berkumpul di ruang tamu. Ayah dan bundanya menonton televisi sedangkan Rani tengah mengerjakan tugas sekolahnya. Lalu Rani bertanya pada ayahnya.     "Ayah, apakah…
KIAT SUKSES DALAM BELAJAR DAN MENGHADAPI UJIAN
10 Apr 2015
1.    Berjiwa Juara Jiwa juara itu dapat ditumbuhkan dengan cara bagaimana kita menempatkan pola pikir kita untuk selalu sukses dan semangat. Hal tersebut akan terbawa pada tindakan kita sehari-hari. Jiwa…
Pelangi Di Ujung Senja
28 Agu 2019
Apa kalian pernah merasakan,saat kau ingin berteriak tapi tak ada seorang pun yang mendengar. Jika kau pernah itulah yang kurasakan saat ini.   Hari yang melelahkan dengan segala tekanan, seakan…
Langit Biru
25 Sep 2019
“Lif, bangun! Sudah siang,” teriakan Ibu sudah biasa menjadi alarm bangun pagiku. Ibu memang selalu menambahkan embel-embel ‘sudah siang’ agar aku cepat bangun. Rutinitas bangun tidurku berjalan seperti biasanya, yang…
Bunga Tulip Untukmu
13 Peb 2020
Hai, ini kisahku. Seorang gadis pengidap tumor jantung primer, aku tidak sekuat yang kalian bayangkan. Dan hari ini, aku akan menceritakan gelap dan terang hidupku. "HYUNJINN.... BALIKIN HAPE GUE!!" "Kejar…
Kopyah untuk Ayah
21 Peb 2020
Di pinggiran  kota dengan padat penduduk, tinggalah keluarga kecil nan miskin. Keluarga itu terdiri dari ayah dan seorang anak perempuannya. Ayah itu bernama Pak Daud dan putrinya bernama Risa. Pak…
Pengagum Rahasia
2 Sep 2019
Entah mengapa semua terasa berbeda semenjak aku mengenalnya. Tatapannya membuat aku penasaran. Dia yang telah merubah hidupku. Yang awalnya aku hanya seorang gadis pendiam, kini aku menjadi seorang gadis yang…
Batu, Kerikil, Dan Pasir
17 Peb 2020
Malam itu aku ada les. Aku terlambat. Les sudah dimulai saat aku sampai. Aku segera duduk lalu mengeluarkan mapp dan alat tulisku. Pandanganku terarah pada teman lesku, Rasyid namanya. Biasanya…
Love Scenario
13 Peb 2020
Tes. Cairan bening itu kembali menetes dari pelupuk mata Erina. Sudah tak bisa dihitung lagi, ini sudah keberapa kalinya ia menangis. Menangis dengan alasan yang sama. Pengkhianatan cinta. Ia mengusap…
Berita Siswa
Login
Username
Password
Polling
Menurut Anda, bagaimana konten website ini?
Hasil Polling
Menurut Anda, bagaimana konten website ini?
Kurang
221
Cukup
81
Baik
186
Sangat Baik
465
Hubungi kami
Nama
Email
Pesan
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com