Sekolah Berbasis Budaya
Rufaida Haryati, S.Pd., Guru Cekatan dengan Semangat Muda Wiratama
Rufaida Haryati, S.Pd., Guru Cekatan dengan Semangat Muda Wiratama
30 Jul 2021

           Berbicara tentang Ibu Rufaida atau yang akrab disapa Ibu Ida, selalu membuat kenangan kita terlintas pada langkahnya yang cekatan dan sistematis dalam menyelesaikan setiap pekerjaan. Tidak lupa juga pada jiwa muda yang terus bersemangat untuk mempelajari hal dan teknologi baru. Ibu Guru yang memiliki nama lengkap Rufaida Haryati dan bergelar sarjana pendidikan ini lahir di Yogyakarta pada tanggal 23 Februari 1967 silam.

            Setiap pagi, Ibu Ida harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumahnya di Pakem, Sleman ke SMP Negeri 7 Yogyakarta untuk mengampu mata pelajaran IPA. Ibu Ida beralamat lengkap di Dusun Kemiri, RT 06 RW 09, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Putri dari Ibu Siti Wasingah dan Bapak Mudjijanto Ciptosarjono ini memiliki hobi berkebun di sela kesibukannya mengabdikan diri pada SMP Negeri 7 Yogyakarta.

            Riwayat pendidikan beliau dimulai dari tingkat sekolah dasar di SD Negeri Kintelan dan lulus pada tahun 1980. Dilanjutkan dengan pendidikan tingkat menengah di SMP Negeri 3 Yogyakarta dan lulus tiga tahun setelahnya, yaitu pada tahun 1983. Berikutnya, beliau tuntaskan pendidikan menengah atas di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan lulus pada tahun 1986. Tidak berhenti di situ, beliau lanjutkan dengan pendidikan tinggi di IKIP Negeri Yogyakarta—saat ini berganti menjadi Universitas Negeri Yogyakarta—dan lulus pada tahun 1993.

            SMP Negeri 7 Yogyakarta adalah penempatan pertama Ibu Rufaida pada tahun 1997. Hingga saat ini, tidak kurang dari 24 tahun, Ibu Ida telah membersamai siswa-siswi SMP Negeri 7 Yogyakarta dan meluluskan banyak siswa-siswi hebat penerus bangsa. Sudah barang tentu, sepak terjang beliau yang telah berkiprah hampir seperempat abad pada dunia pendidikan dan semangat juanglah yang mampu mengantarkan beliau pada predikat “cekatan” tersebut. Berbagai kepanitiaan di SMP Negeri 7 Yogyakarta telah beliau emban selama pengabdiannya. Misalnya, belum lama ini beliau berperan besar dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa pandemi Covid-19, pun menjadi pioneer dalam tim validator saat proses PPDB tahun pelajaran 2021-2022.

            Menjadi tidak berlebihan saat kita menyematkan “semangat muda” di belakang nama Ibu Rufaida. Mengapa demikian? Hal itu karena beliau menjadi salah satu guru yang ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mengikuti Program Guru Mitra selama dua tahun, sejak 2018 hingga 2020. Tidak tanggung-tanggung, Ibu Ida dan rekan-rekan harus melakukan perjalanan yang cukup panjang, mulai dari Bogor, Jakarta, Bali, dan yang paling berkesan adalah dua kali perjalanan ke Malinau, Kalimantan Utara.

            Pada program tersebut, Ibu Ida dan rekan-rekan diharapkan dapat memotivasi guru lokal di Malinau agar setidaknya memiliki semangat yang sama dengan guru-guru di Pulau Jawa. Guru-guru di sana harus menghadapi tantangan medan, budaya, kemampuan personal, dan sarana prasarana yang tentunya memberikan tantangan juga bagi tim dari Kemendikbud, termasuk Ibu Ida. Bahkan, dikisahkan oleh Ibu Ida, jika ingin mengikuti pertemuan MGMP, maka perlu berpikir dua kali. Hal tersebut dikarenakan pertemuan diadakan di pusat kota yang harus ditempuh dengan menggunakan pesawat kecil yang kisaran biayanya 8 juta rupiah untuk pulang-pergi. Jika perjalanan darat, dibutuhkan waktu tiga hari dengan menggunakan ketinting (perahu motor) dengan membayar 250 ribu rupiah. Sementara itu, jika harus berjalan kaki, dibutuhkan waktu 8 hari hingga ke pusat kota. Betapa pengalaman yang luar biasa untuk ada dalam situasi tersebut. Pada salah satu kesempatan, Bu Ida menuturkan kepada penulis, “Pokoknya bersyukur ada di Jogja, Mbak.” Sebuah renungan agar kita mampu mensyukuri hal-hal yang mungkin tidak kita pikirkan sebelumnya, tetapi menjadi hal yang begitu diinginkan oleh orang lain.

            Tidak sampai di situ keseruan yang Ibu Ida alami selama proses tersebut. Bahkan, sebelum kunjungan ke Malinau, telepon genggam milik beliau yang tentunya sangat penting harus tertinggal di lobi salah satu hotel di Jakarta saat sedang melaksanakan proses evaluasi. “Padahal, saat itu saya sudah sampai di bandara menuju Malinau. Ya sudah, alhasil 15 hari di Malinau tanpa HP,” tutur beliau. Sebuah hal yang mungkin akan terasa sangat sulit bagi kita yang telah hidup berdampingan dengan gawai. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Ibu Ida.

            Tidak hanya Ibu Ida saja yang mengabdikan dirinya pada dunia pendidikan. Ternyata, sang suami pun menggeluti bidang yang sama. Suami beliau berprofesi sebagai guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri 8 Yogyakarta. Keduanya dikarunia tiga orang putra yang telah beranjak dewasa. Si sulung telah lulus dari almamater yang sama dengan sang Ibu, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta, dan sekarang berprofesi sebagai pembuat website di salah satu perusahan layanan web hosting di Indonesia. Sementara itu, putra kedua lulus dari Fakultas Managemen Universitas Islam Indonesia dan sekarang telah bekerja di salah satu perusahaan multinasional. Terakhir, putra ketiga beliau saat ini masih menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Indonesia.

            Ibu Guru yang berjiwa muda ini berpesan kepada siswa-siswi SMP Negeri 7 Yogyakarta, “Tingkatkan semangat berprestasi dan ingat manjadda wajadda.” Ibu Rufaida juga berharap sekolah bukan menjadi tempat kompetisi, tetapi tempat untuk berprestasi bersama. Semoga kita dapat meneladani semangat juang dan menjalankan segala pesan dan harapan yang beliau sampaikan. Salam Wiratama!

Oleh: Tantri Darmayanti

Mengampu

IPA

Motto

Hidup mulia dan manfaat

Kesuksesan seseorang diukur dari kemanfaatan di lingkungannya... belajar mulai sekarang bukan hanya untuk meraih nilai berupa angka, tetapi belajar untuk memberi kemanfaatan di lingkungan

Terkait
Endi Darmawan Arrosyid
29 Apr 2021
Pengampu  Matematika Motto   Hidup Itu Perubahan dan Berani Berubah Untuk Hidup 
Ervina Nur Fauzia, S.Pd.
13 Jul 2020
Mengampu Bahasa Indonesia Kelas 7B, 7C, 7D, 7E, dan 7F Motto Selalu belajar, bekerja keras, ikhlas, dan sabar Semoga selalu semangat belajar dan rajin membaca buku
Ifana Endarwati, A.Md.Kep, Sosok Humble yang juga Trengginas
24 Agu 2021
Tidak banyak sekolah apalagi tingkat SMP yang memiliki petugas UKS berasal dari background pendidikan keperawatan, tetapi SMP N 7 punya. Itulah salah satu poin yang membawa SMPN 7 Yogyakarta sempat…
Ito Sapto Nugroho , Pengadministrasi Sarana Prasarana dan Caraka
28 Apr 2021
Bung Ito biasa dipanggil, adalah karyawan SMPN 7 Yogyakarta yang telah mengabdi sejak tahun 2004. Beliau tinggal di Kecamatan Ngampilan bersama istri tercintanya Suwarni, dan memiliki 2 orang anak kesayangan,…
SITI ZUNAEROH, S.Pd
13 Jul 2020
Mengampu  BAHASA INGGRIS Kelas 7 Wali kelas 7C Motto Berbuat baik itu sebenarnya untuk diri sendiri, berbuat buruk itu juga untuk diri sendiri, maka jaga hati, tindakan dan lisan. Tekad yang…
Pipit Bambang Djoko Marhendro Poetro Pitojo, S.Pd. , Mengenal Lebih Dekat Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum
28 Apr 2021
Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikukulum SMPN 7 Yogyakarta adalah tugas yang diemban oleh Pipit Bambang Mahendro Poetro Pitojo, S.Pd. sejak tahun 2014. Ditangan beliaulah perputaran roda kegiatan sekolah bidang akademik…
Nicolaus Irwan Yudanto W.,S.S.
13 Jan 2021
Pengampu Agama Katolik 
Vika Desti Wulandari, S.Pd.
13 Jul 2020
Mengampu Matematika Kelas 7A, 7B, 9F Wali kelas 7B Everyday may not be good, but there is something good in everyday. Be the best version of your self and enjoy the…
Sri Purwanti, M.Pd., Guru Bukan Sembarang Guru
24 Mei 2021
Bu Pur, begitulah nama panggilan yang acap kali dipakai siswa saat bertegur sapa baik dalam pembelajaran maupun keseharian di sekolah. Nama lengkapnya beliau sebenarnya adalah  ibu Sri Purwanti. Beliau ini…
Siti Salma Salsabila
7 Apr 2021
Pengampu Siswa Berkebutuhan Khusus Motto Jalani, nikmati dan syukuri karena hidup adalah sebuah proses  
Media Sosial
Karya Siswa
Login
Username
Password
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com