YOGYAKARTA – Suasana SMP Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis siang, 5 Maret 2026, tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan tanpa alasan, sekolah kita kedatangan tim produksi dari Tribun Jogja dan Kompas Gramedia untuk syuting program dokumenter bertajuk "1 Jam Lebih Dekat Bersama Anggota Dewan".
Hadir di tengah-tengah warga sekolah, Bapak Solihul Hadi, S.H., M.Kn., anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, yang menjadi lakon utama dalam tayangan ini. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Plt Kepala Sekolah, Ibu Dwi Isnawati, S.Pd., didampingi Bapak Yudi Biantoro, S.Pd. (Waka Kesiswaan), Ibu Saranofa (Ketua Tim Budaya), Bapak/Ibu guru serta siswa siswi SMP Negeri 7 Yogyakarta.
Syuting ini mengambil tema sentral: "Budaya Jogja: Masih Hidup di Sekolah?". Pertanyaan ini dijawab langsung oleh riuhnya aktivitas siswa di SMP Negeri 7 Yogyakarta yang terekam kamera. Program ini memotret realita bahwa budaya di sekolah kita bukan sekadar pajangan atau muatan lokal yang kaku.
Beberapa momen "hidup" yang tertangkap kamera memperlihatkan bagaimana budaya Jogja menyatu dalam denyut harian sekolah, mulai dari penerapan Kamis Budaya yang menerapkan penggunaan bahasa Jawa dalam salam sapa hingga interaksi siswa dan guru pada saat memulai Siyaga gya. Para siswa juga tampak antusias mengekspresikan diri melalui latihan rutin karawitan dan seni tari, serta mengasah kreativitas melalui ekstra batik dan permainan Dolanan Anak di Gazebo. Keunikan identitas sekolah semakin menonjol dengan adanya inovasi pembelajaran Sinu Karta yang menggunakan gagrak Janu, ditambah suasana sekolah yang terasa sangat natural karena alunan musik Jawa yang sengaja diputar di sela-sela waktu istirahat.
Dokumenter berdurasi satu jam ini dijadwalkan tayang di RBTV dan berbagai platform media sosial Tribun Jogja. Melalui liputan ini, SMP Negeri 7 Yogyakarta membuktikan bahwa di tengah gempuran digitalisasi, nilai-nilai luhur Yogyakarta masih tetap terjaga dan relevan bagi generasi muda