Menjadi guru yang biasa saja tampaknya bukan pilihan bagi guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 7 Yogyakarta yang satu ini. Sosok tenang namun penuh prestasi tersebut adalah Nola Agustin atau yang akrab disapa Bu Nola. Di balik kepribadiannya yang tenang, beliau berhasil menorehkan berbagai pencapaian, salah satunya dengan meraih juara dalam tiga lomba puisi pada tahun 2025. Predikat “diam itu emas” rasanya sangat cocok menggambarkan sosok beliau yang sederhana, tetapi penuh kemampuan dan loyalitas.
Bu Nola menempuh pendidikan di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan lulus pada tahun 2019. Setelah menyelesaikan pendidikan, beliau memulai perjalanan karier sebagai Guru Pendamping Khusus di salah satu sekolah dasar di Kota Yogyakarta pada Januari 2020 hingga Juni 2023. Dalam peran tersebut, Bu Nola bertugas mendampingi serta membantu peserta didik berkebutuhan khusus agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Berkat pengalaman menjadi guru pendamping khusus membuat terbentuk karakter sabar, telaten, dan kemampuan memahami karakter siswa membentuk dirinya sebagai pendidik yang lebih peka, empatik, dan penuh perhatian terhadap perkembangan peserta didik. Tidak hanya berhenti di situ, bu Nola adalah orang yang mempunyai ambisi yang tinggi dimana ada peluang selalu di coba. Pada Juli 2023, beliau resmi bergabung sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 7 Yogyakarta melalui jalur PPPK dan terus mengabdikan diri hingga saat ini.
Perjalanan pengabdiannya, Bu Nola dipercaya mengemban berbagai amanah di sekolah. Pada tahun ajaran 2024–2025 beliau menjadi wali kelas 7C, kemudian melanjutkan tugas sebagai wali kelas 8D pada tahun ajaran 2025–2026. Selain itu, pada tahun 2026 beliau juga mendapat tambahan tugas sebagai Ketua Ekstrakurikuler dan Organisasi Siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta sekaligus Pembina OSIS. Tidak hanya itu, beliau turut aktif sebagai anggota tim Adiwiyata dan Tim TPPK sekolah sebagai bentuk kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta peduli terhadap lingkungan.
Semangat belajar yang dimiliki membuat beliau terus berusaha mengembangkan diri, salah satunya dengan melatih kemampuan public speaking. Kemampuan tersebut diasah agar beliau dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih percaya diri, komunikatif, dan menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi serta lebih aktif dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, kemampuan public speaking juga mendukung beliau dalam membangun komunikasi yang baik dengan siswa, rekan kerja, maupun orang tua peserta didik.Selain dikenal berprestasi di bidang sastra, Bu Nola juga memiliki kecintaan terhadap dunia literasi dan puisi. Kemampuan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mencintai karya sastra, berani berekspresi, serta mengembangkan kreativitas melalui tulisan dan bahasa.
Moto hidup yang beliau pegang adalah “Menjalani hari dengan sebaik-baiknya dan terus introspeksi diri.” Moto tersebut menjadi pengingat bagi beliau untuk selalu bersyukur, terus belajar, dan menjadi pribadi yang lebih baik dalam setiap langkah kehidupan maupun pengabdian sebagai seorang guru. (W)