“Aja bisa rumangsa, nanging bisaa rumangsa.”
Dari moto tersebut, tentu kita dapat menebak bidang yang beliau ampu. Ya, tepat sekali!
Beliau adalah guru Bahasa Jawa, Nofrika Ariyadi Aditama, S.Pd., Gr., atau yang akrab disapa Pak Nofrika merupakan guru Muatan Lokal Bahasa Jawa di SMP Negeri 7 Yogyakarta. Beliau berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Meski berasal dari Pacitan, Pak Nofrika tumbuh dan besar di Sleman, Yogyakarta.
Pak Nofrika menyelesaikan pendidikan terakhirnya di Universitas Sebelas Maret pada tahun 2021. Selama menempuh pendidikan di bangku kuliah, beliau dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan kampus untuk mengembangkan kemampuan di bidang keilmuan dan kepemimpinan. Beberapa organisasi yang pernah diikuti antara lain Unit Pengembangan Kesenian Daerah (UPKD) UNS pada tahun 2018–2021, HMP Wibawa pada tahun 2018–2020, serta Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah Seluruh Indonesia (IMBASADI) pada tahun 2019–2020. Keaktifan tersebut membentuk pribadi beliau menjadi sosok yang cekatan, mandiri, dan penuh dedikasi.
Setelah menyelesaikan studi, perjalanan karier beliau dimulai dengan bekerja di UD Bukit Berbunga pada tahun 2021–2023. Selanjutnya, beliau melanjutkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2023–2024 sebelum akhirnya mengabdikan diri sebagai guru di SMP Negeri 7 Yogyakarta hingga saat ini.
Di lingkungan sekolah, Pak Nofrika dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah membaur dengan berbagai kalangan. Berkat dedikasi dan tanggung jawabnya, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Laboratorium SMP Negeri 7 Yogyakarta. Di bawah pengelolaan beliau, laboratorium sekolah menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang belajar bagi siswa maupun warga sekolah lainnya.
Kegemarannya menjelajahi keindahan alam atau traveling berpadu dengan kemampuan editing yang dimiliki tidak hanya menjadi hobi semata, Kemampuan tersebut kerap digunakan untuk mendukung dokumentasi kegiatan sekolah, pembuatan media pembelajaran, hingga konten edukatif yang lebih menarik bagi siswa.
Semangat beliau dalam terus belajar dan mengembangkan diri menjadi inspirasi bagi siswa maupun rekan sejawat. Ketertarikannya pada bidang budaya juga selaras dengan profesi yang beliau tekuni sebagai pengajar Bahasa Jawa. Melalui pembelajaran di kelas, beliau berupaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Jawa kepada siswa, baik melalui penggunaan bahasa Jawa yang santun, pengenalan nilai-nilai budaya lokal, maupun pembiasaan sikap unggah-ungguh dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, minatnya di bidang bisnis diwujudkan melalui kemampuannya dalam mengelola peluang usaha, membangun relasi, serta mengembangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
“Aja bisa rumangsa, nanging bisaa rumangsa,” moto yang selalu di pegang oleh pak nofrika bahwa manusia senantiasa memiliki rasa introspeksi diri, rendah hati, dan mampu memahami orang lain dalam setiap tindakan. Nilai tersebut menjadi pedoman beliau dalam pengabdian sebagai seorang pendidik. (W)