Selamat Datang di website resmi SMPN 7 YOGYAKARTA
Senja
Senja
10 Mar 2020

Apakah kalian pernah merasakan? Saat kau ingin berteriak namun, tak ada seorang pun yang mau mendengarnya. Jika kau pernah, itulah yang aku rasakan saat ini.

Hari yang melelahkan. Hari dengan segala tekanan. Dan tekanan itu seolah-olah membuatku terperosok masuk ke dalam bumi beribu-ribu meter dalamnya. Tak terasa sudah 20 menit aku berjalan. Aku sudah sampai dirumah. Kubuka pintu rumah dengan sangat perlahan, "Pelangi?" kudengar suara sapaan hangat yang datang dari mulut seseorang. "Bunda sudah lama lho nunggu kamu, Pelangi. Kok tumben pulangnya sore sekali?", tanya bunda. "Disekolah ada acara bun",jawabku ,"Disekolah gimana? Baik?", tanyanya lagi. Ku anggukkan kepala sambil tersenyum menghadapnya lalu kuhembuskan nafasku dalam-dalam, seketika, Bunda menghampiriku, meraihku dalam pelukkan hangatnya.

Rasa hangat tak lengkap rasanya, jika aku tak pergi ke tempat yang biasa kudatangi. Tempat dimana aku selalu menghabiskan waktu sore disana. Kulangkahkan kakiku menuju tempat duduk taman yang biasanya selalu menemaniku di dalam kesendirianku. Tetapi, aku melihat ada seseorang yang menempati tempat dudukku, yang setiap sore selalu menemaniku menghabiskan waktu luang. Dengan langkah lunglai, kuputuskan untuk pergi dari taman itu. Baru saja empat kali kulangkahkan kakiku, tiba-tiba. "Hei, tunggu kamu mau kemana?", kubalikkan badanku dengan sangat cepat, kulihat seorang laki-laki yang sedang berdiri lalu menghampiriku. "Hei, namamu siapa? aku Senja", tanyanya, "Pelangi", jawabku singkat, "Udah ya, aku mau pulang", tanpa banyak kata-kata, kuputuskan untuk pergi dari taman itu, kulangkahkan kakiku meninggalkan Senja yang sendirian.

Sejak hari itu Pelangi jarang sekali pergi ke taman. Rasanya rindu sekali, yang sudah lama menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sorenya. Pada sore itu juga kuputuskan untuk pergi ke taman. Sesampai ditaman kulihat seseorang yang sepertinya sudah lama sekali menunggu. Saat ia melihatku, tiba-tiba ia langsung menghampiriku. Tak lain lagi ia adalah Senja. "Pelangi, aku punya sesuatu untukmu", ucap Senja ,"Apa?", tanyaku ,"Ini buat kamu", ucapnya lagi ,"Surat apa?", tanyanya lagi ,"Udah ambil aja, nanti kalau udah sampai dirumah baru dibuka", jawabnya. Sore itu aku duduk bersamanya disebuah taman, menanti senja yang sebentar lagi masuk ke perapiannya.

Sesampai dirumah kubuka surat pemberian Senja.

 

"Pelangi adalah kebahagiaanku, tetapi aku lebih menyukai senja dari pada pelangi. Karena pelangi selalu pergi dan entah kapan kembali lagi. Sedangkan senja, pergi dan berjanji untuk datang kembali pada keesokkan harinya"

Aku terkesan dengan apa yang telah ia lakukan. Hidupku yang dulunya gelap, sekarang menjadi lebih berwarna.

Hari berganti hari, tak terasa sudah hampir dua minggu aku mengenal Senja. Dari dirinya aku belajar, dan dari dirinya pula aku melewati hari-hari yang sangat indah, yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Seperti biasa, saat sore hari aku selalu menemui Senja ditempat biasa. "Pelangi, aku mau bicara sesuatu sama kamu." ,ucap Senja ,"Apa", tanyaku sambil terheran-heran ,"Besok aku harus balik ke Jakarta, soalnya libur kuliahku udah selesai", aku terbelalak kaget, betapa bodohnya aku, selama ini aku tak tahu kalau Senja kuliah diJakarta. "Tak perlu takut, walaupun aku diJakarta, kamu bisa kirim surat kok buat aku, besok aku bakal balik lagi kesini, aku janji", seketika Senja langsung memelukku dengan sangat erat.

Sore itu, aku duduk disebuah taman. Mungkin sore ini adalah senja terakhir bagiku. Aku tak akan pernah melupakan sore itu, selamanya akan tertanam dalam ingatanku.

Dipenghujung senja sore hari ini, aku masih menanti sebuah kabar, dan aku tak tahu harus berapa lama lagi aku menunggu.

 

Oleh: Riski putra/ 7C

Terkait
Wavensy
13 Feb 2020
Kelas masih sepi hanya hujan yang menemaniku. Sembari menunggu teman lain dating, aku rebahkan kepalaku di atas meja dengan earphone di telingaku.  Ryan~…  Aku menoleh. Tidak ada siapa-siapa. Aku kembali…
Bidadari Tribun
18 Sep 2019
Gollll....!! sorak dari seluruh suporter di dalam Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Dum ... dum ... dum ... dum ... dum ... PSIM suara nyanyian para suporter PSIM. Semua bergembira ria…
Penyesalan Bona
25 Jan 2023
Di sebuah rumah yang sederhana tinggalah seorang ibu dan dua anak perempuannya. Kedua anak tersebut bernama Bona dan Lula. Lula adalah adik dari si Bona, Lula merupakan seorang yang sangat…
Sihir
1 Mar 2020
Di sebuah desa yang damai, hiduplah dua saudara kembar yang memiliki kekuatan sihir. Mereka sering disebut masyarakat desa dengan sebutan Wizard. Nama mereka adalah Cassandra dan Issabilla. Walupun mereka kembar,…
Sebuah Bolpoin
4 Apr 2023
Di sebuah sekolah menengah pertama di desa, ada anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya. Anak itu biasa dipanggil dengan nama Rei, ia selalu menyendiri. Anak itu selalu memasang ekspresi…
KENDALIKAN PERASAANMU
4 Apr 2023
Lagi-lagi Agnes menghela napas. Dia duduk di meja belajarnya dan melihat meja di sebelahnya yang berisi penuh penghargaan bertuliskan “Bella” sedangkan ia lagi-lagi hanya mendapatkan pin hijau bertuliskan “kamu telah…
Senja dilangit Biru
16 Sep 2019
Angin berhembus menerpa wajah gadis yang sedari tadi duduk di tepi sungai itu. Menatap kosong kearah depan. Mengabaikan orang orang yang berlalu Lalang. Mengaibaikan rintikan hujan yang mulai turun membasahi…
KEKANCAN utawa SAHABATAN
19 Feb 2020
Nalika semana Manda nembe wae mlebu SMP. Mbiyen Manda sekolahe neng sawijining SD Negeri Gondokusuman. Nanging saiki deweke munggah SMP lan ngelanjutke ing SMPN 7 Yogyakarta. Ning SMP Manda duwe…
PENDIDIKAN
9 Jun 2022
Tanpamu hidup ini tidak berarti Tanpamu kosonglah hati dan pikiran Tanpamu tiada masa depan dan harapan Tanpamu mau jadi apa anak negeri ini   Denganmu pasti tercapai cita-cita Denganmu terlihatlah…
Kau Melukisku
29 Agu 2019
Ibu.. Di sini kutulis kisah tentangmu Yang tak kenal lelah, yang tak kenal keluh Kau kilau cahaya Bagai lilin nyala dalam relung gelapku Tak terbanding Pengorbananmu tuk menghadirkanku ke bumi ini.. Membuatku…
Media Sosial
Karya Siswa
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com