Selamat Datang di website resmi SMPN 7 YOGYAKARTA
Kopyah untuk Ayah
Kopyah untuk Ayah
21 Feb 2020

Di pinggiran  kota dengan padat penduduk, tinggalah keluarga kecil nan miskin. Keluarga itu terdiri dari ayah dan seorang anak perempuannya. Ayah itu bernama Pak Daud dan putrinya bernama Risa. Pak Daud bekerja sebagai tukang becak untuk memenuhi kebutuhan hidup ia dan anak semata wayangnya.

Risa masih berusia 10 tahun dan kini duduk di bangku kelas 5 SD. Risa adalah anak yang rajin dan pandai di kelasnya. Ia selalu mendapat juara setiap tahun. Risa juga mendapat beasiswa, jadi tidak perlulah Pak Daud memikirkan biaya sekolah Risa.

Suatu sore ketika Risa sedang belajar, ayahnya baru pulang dari bekerja. Risa melihat ayahnya yang tampak kelelahan dengan nafas tersengal-sengal, dan keringat yang bercucuran. Risa mendekati ayahnya yang sedang mengipasi diri dengan kopyah yang telah koyak.

Risa bertanya “Ayah, kenapa kopyah ini masih di pakai? Inikan sudah tidak layak dipakai.” Sembari mengamati kopyah yang ada di tangan ayahnya. “Kenapa tidak beli lagi yang baru?” sambungnya. “Ayah tidak punya cukup uang untuk membeli kopyah baru nak, untuk makan saja harus kita cukup-cukupkan. Doakan saja ayah di lancarkanh rezeki agar dapat membeli kopyah baru.” Kata Pak Daud sambil beranjak dari duduk hendak membersihkan diri.

Risa merenungkan kata-kata ayahnya, kemudian Risa bertekad untuk dapat membelikan ayahnya kopyah baru. Keesokan hari dan seterusnya, Risa mengumpulkan uang. Hingga beberapa minggu, Risa sudah mengumpulkan cukup uang untuk membeli kopyah, pergilah Risa ke toko tempat menjual kopyah.

Setelah Risa mendapatkan kopyah, pulanglah Risa ke rumah. Sore hari telah tiba, Pak Daud baru saja pulang dari bekerja. “Ayah, ini kopyah untuk ayah.” Sembari memberi sebuah kopyah baru pada ayahnya. “Kopyah ini bisa Risa beli dari hasil tabungan Risa selama beberapa minggu.” Sambungnya.

Betapa terharunya hati Pak Daud melihat putrinya kini telah dapat berpikir dewasa. Air mata keduanya tak lagi dapat ditahan. Pak Daud memeluk Risa dengan air mata berlinang.      

Oleh: Abidah Sajjidah/ 7D

Terkait
SEKOLAH
14 Jun 2023
Karya: Arawinda Khairunnisa Matahari bersinar lagi Itu tandanya aku harus bersiap Menuntut ilmu di sekolah Dibimbing bapak dan ibu guru   Sekolah... Tempatku menuntut ilmu Setiap hari tak kenal lelah…
Cathy
14 Okt 2019
David sedang asyik mendengarkan amanat dari Bapak kepala sekolah sebelum melaksanakan study tour ke Bali. Rasanya David sudah tidak sabar lagi untuk segera berangkat ke Bali tak lain dan tak…
Totebag Painting, melestarikan kebudayaan melalui produk kreatif (1)
28 Mar 2022
Karya Radithya Dwindra Pramudya (VII A) sangat kental akan maskulinitas, baik dari bentuk ataupun warna-warna yang digunakan. Keseluruhan visual yang diciptakan dengan teknik yang amat baik tersebut menggambarkan ketangguhan, kesungguhan…
SALAH
29 Mar 2023
Ada kalanya ketika aku ingin menyerah. Menyerah dengan keadaanku di dunia yang sangat kejam ini. Aku terlahir dalam diam. Aku lahir dari sebuah keheningan. Mungkin, saat itu ayahku dengan sia-sia…
Pendidikan Bangsa Indonesia
9 Jun 2022
Meskipun pada masa-masa sulit Meskipun ada keterbatasan Aku akan tetap semangat Untuk menuntut ilmu Aku akan tetap semangat Untuk meraih cita-cita Dan aku tetap semangat Untuk giat belajar   Memang…
Gurat Biru dalam Ragam Hias (3)
8 Mei 2022
Dalam permukaan piring kayu terlihat 3 objek gubahan hewan bebek yang dibuat menonjol atau dijadikannya sebagai centre point dengan menerapkan kaidah-kaidah vignette (framing). Masih pada nuansa biru yang dominan, tercipta…
Seni Grafis dengan Media Ramah Lingkungan
11 Apr 2022
Karya Fransisca Andante A. dan Valensia Imanuella E.P. dari kelas IX B ini sangatlah menarik. Selain dari segi teknik juga media yang digunakan sangatlah unik. Karya tersebut termasuk dalam karya…
PERCAYA DIRI
12 Okt 2022
Pada suatu hari hiduplah seorang anak bernama Aisha, panggil saja dia Ais. Ia adalah anak sulung dari sepasang dokter dan juga kakak dari 3 adiknya. Orang tuanya bernama Pak Cavin…
SEKOLAH
26 Jul 2023
Karya: Arif Wahyu Fauzan                           Engkau jembatan kesuksesan                           Engkau hanya batu yang termakan debu                           Tapi saat aku di situ, banyak sekali ilmu                           Juga teman-teman                           Ilmu harus…
Kau Melukisku
29 Agu 2019
Ibu.. Di sini kutulis kisah tentangmu Yang tak kenal lelah, yang tak kenal keluh Kau kilau cahaya Bagai lilin nyala dalam relung gelapku Tak terbanding Pengorbananmu tuk menghadirkanku ke bumi ini.. Membuatku…
Media Sosial
Karya Siswa
SMPN 7 Yogyakarta
Jalan Wiratama 38, Daerah Istimewa Yogyakarta. 55752
Telepon: (0274) 561374
Faksimili: (0274) 561374
Email: smp7yk@gmail.com