SMP Negeri 7 Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan wali kelas IX bersama orang tua/wali siswa dengan mengangkat tema parenting sebagai upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan peran pendidikan di rumah dan di sekolah dalam mendukung perkembangan akademik, pembentukan karakter, serta kesiapan mental siswa kelas IX dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD). Pertemuan yang dilaksanakan di Balai RW Tegalrejo ini diawali dengan sambutan Ketua Komite Sekolah, Bapak Wiratno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai ruang komunikasi dan koordinasi antara sekolah dan orang tua, khususnya dalam menyamakan persepsi terkait persiapan TKA/TKAD bagi siswa kelas IX.
Kegiatan dilanjutkan dengan workshop parenting yang menghadirkan narasumber Ibu Isti Yuni Purwanti, dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus co-founder Edutranscendence. Materi yang disampaikan berfokus pada karakter remaja awal dan remaja akhir yang berada pada masa transisi perkembangan. Pada fase ini, remaja mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, psikologis, maupun emosional, sehingga memerlukan pendampingan orang tua dengan pola asuh yang adaptif dan komunikatif. Dalam pemaparannya, Ibu Isti menekankan pentingnya pemahaman diri (What Am I – Self) sebagai pondasi pembentukan karakter remaja. Tiga aspek utama, yaitu fisik (physical), psikologis (psychological), dan spiritual (spiritual), menjadi dasar agar remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berkualitas (transcendence).
Plt. Kepala SMP Negeri 7 Yogyakarta, Ibu Dwi Isnawati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA/TKAD membutuhkan kerja sama yang selaras antara sekolah, orang tua, dan siswa. Beliau menjelaskan bahwa TKA/TKAD memiliki peran yang sama pentingnya dengan ASPD. TKA merupakan tes tingkat nasional yang hasilnya digunakan sebagai salah satu dasar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke jenjang pendidikan berikutnya. Pelaksanaan TKA nasional sesuai kalender Akademik akan berlangsung pada tanggal 6–16 April 2026 dan dilaksanakan dalam dua tahap. SMP Negeri 7 Yogyakarta dijadwalkan mengikuti pelaksanaan TKA tahap kedua pada tanggal 8 dan 9 April 2026. Berbagai upaya pendukung telah dilakukan sekolah sejak awal tahun ajaran, antara lain melalui pelaksanaan kelas Gempita yang disesuaikan rangking nilai hasil TPM, pemberian materi TKA/TKAD yang berfokus pada empat mata pelajaran utama, sosialisasi, serta motivasi belajar bagi siswa.
Lebih lanjut, Plt. Kepala Sekolah juga mengapresiasi peningkatan hasil TPM TKA/TKAD yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali. SMP Negeri 7 Yogyakarta berhasil meningkatkan peringkat dari posisi 9 menjadi 8 besar pada tahun 2026. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa kelas IX dalam menghadapi TKA/TKAD yang sesungguhnya. Sambutan ditutup dengan pesan motivasi, “Usaha Tidak akan Mengkhianati Hasil.”
Pemaparan agenda Akademik penunjang TKA/TKAD juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bapak Pipit Bambang Pitoyo, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa berdasarkan hasil TPM yang telah dilaksanakan, masih diperlukan pendampingan lebih intensif bagi sebagian siswa. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk terus mendampingi dan memotivasi siswa, termasuk pada waktu libur, dengan tetap memantau pelaksanaan tugas-tugas sekolah secara serius dan fokus. Melalui kegiatan pertemuan wali kelas IX bertema parenting ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan siswa. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu membantu siswa kelas IX SMP Negeri 7 Yogyakarta menghadapi TKA/TKAD dengan lebih siap, percaya diri, dan memperoleh hasil yang optimal. (R.A)